KUTAI BARAT - Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke- VIII tingkat Kabupaten Kutai Barat (Kubar) tahun 2026, Wakil Bupati (Wabup) Kubar, Nanang Adriani, meminta pada panitia agar mempercepat persiapan pelaksanaannya.
Mulai dari fasilitas perlombaan, akomodasi kafilah, hingga pengamanan agar dipastikan kesiapannya sebelum kegiatan berlangsung pada 9-15 November 2026 di Kecamatan Melak.
Hal itu diutarakannya saat rapat koordinasi (Rakor) persiapan MTQ di Ruang Media Center Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kutai Barat, Kecamatan Melak, Jumat (6/11/2026).
Nanang melanjutkan akan pentingnya koordinasi antarpanitia pihak terkait, dan seluruh perangkat daerah untuk lancarnya kegiatan.
Apalagi waktu pelaksanaannya sudah semakin dekat.
"Seluruh panitia dan pihak terkait harus saling berkoordinasi," kata Nanang.
Dikatakan Nanang, ada sejumlah hal yang harus menjadi perhatian, khususnya kesiapan sarana dan prasarana di lokasi kegiatan.
"Harus dipastikan semua tempat lomba, panggung utama, dan sarana pendukung itu siap 100 persen," ucapnya.
Tak hanya itu, koordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) perlu dilakukan guna memastikan ketersediaan aman selama kegiatan berlangsung.
Kemudian pelayanan terhadap kafilah dari 16 kecamatan juga harus turut diperhatikan. Nanang mengingatkan panitia memastikan tempat pemondokan dalam kondisi layak, bersih, dan aman.
Tim medis serta posko kesehatan juga harus disiapkan dengan pelayanan selama 24 jam di sekitar lokasi kegiatan maupun penginapan peserta.
"Transportasi dan keamanan, pengaturan lalu lintas juga perlu dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polres Kubar. Termasuk penyediaan kantong parkir itu penting mengantisipasi meningkatnya kunjungan masyarakat selama pelaksanaan MTQ," paparnya.
Nanang turut mendorong publikasi kegiatan dimaksimalkan melalui media massa, media sosial, pemasangan baliho, dan umbul-umbul.
Karena MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga momentum memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.
Ia juga mendorong keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar penyelenggaraan MTQ turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kecamatan Melak. Seluruh pihak harus mengesampingkan kepentingan sektoral dan mengutamakan kerja sama.
Nanang berharap pelaksanaan MTQ ke-XVIII mampu mencapai tiga target utama, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses ekonomi kerakyatan.
Dan melalui persiapan yang matang dan dukungan seluruh elemen masyarakat, MTQ ke-XVIII Kubar diharap tidak hanya menjadi ajang melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an serta mempererat kebersamaan antarkecamatan. (*/rb)




