SAMARINDA – Lantunan doa dan tahlil mengiringi suasana duka Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) atas wafatnya Ketua Umum PB IKA PMII Fathan Subchi yang juga merupakan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Para alumni dan kader aktif PMII Kaltim terlihat berkumpul mengenang sosok yang dinilai meninggalkan teladan dalam menjaga solidaritas dan merawat hubungan dengan kader di berbagai daerah.
Memperingati tiga hari wafatnya Fathan Subchi itu berlangsung di Lantai 3 Graha IKA PMII Kaltim, Jalan HAM Rifaddin, Samarinda, Selasa (27/10/2026) malam.
Ketua Pengurus Wilayah (PW) IKA PMII Kaltim Syafruddin yang juga Anggota Komisi XII DPR RI mengatakan, kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar pergerakan. Bagi dia Fathan adalah sosok yang punya komitmen besar terhadap organisasi dan sangat peduli dengan kader PMII di seluruh Indonesia.
“Kita diajarkan tentang bagaimana kecintaan pada organisasi dan kepedulian dengan kader PMII se-Indonesia. Setiap kunjungan ke daerah, almarhum selalu menyempatkan waktu untuk bersilaturahim,” kata Syafruddin.
Syafruddin mengenang Fathan merupakan pemimpin yang responsif dan terbuka kepada siapa pun yang ingin berdiskusi.
“Beliau ini sosok dan figur yang setiap persoalan itu selalu direspons dengan tersenyum dan tertawa. Hal ini saya kira perlu kita teladani dan ikuti dari beliau,” tuturnya.
Ia menambahkan, IKA PMII tidak semestinya hanya menjadi tempat berkumpul atau membangun kepentingan politik, sosial, dan jaringan. Organisasi harus menjadi rumah besar memperkuat solidaritas sekaligus menghimpun gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ber-IKA PMII ini tidak hanya sebatas ada kepentingan politis, sosial, jaringan, atau jabatan. IKA PMII adalah rumah yang harus kita jadikan sebagai wadah untuk memperkuat soliditas dan solidaritas,” imbuhnya.
Dan ia mengharapkan semangat dan warisan pemikiran Fathan bisa memotivasi seluruh alumni untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa, khususnya Kaltim. (*/rb)




